Jumat, 11 Januari 2013

Tipologi Kepribadian Peserta Didik

Tokoh dari tipologi kepribadian peserta didik adalah Henry Alexander Murray. Dia berpendapat bahwa kepribadian akan lebih mudah dipahami dengan cara menyelidiki alam ketidaksadaran seseorang (unconscious mind). Perannya adalah dalam bidang diagnosa kepribadian atau teori kepribadian. Murray membagi tipe kepribadian peserta didik khususnya anak usia dini menjadi beberapa macam, yaitu:
a. Autonomy, yaitu tipe kepribadian peserta didik yang ditandai dengan keinginan melakukan sesuau secara sendiri, tidak senang dibantu orang lain dan tidak senang disuruh-suruh
b. Affiliation, yaitu kepribadian peserta didik yang ditandai dengan senang bersama anak lain, suka bersahabat, suka memperbanyak teman, dan salin membutuhkan dengan teman dan sahabatnya
c. Succurance, yaitu kepribadian peserta didik yang ditandai dengan selalu manja, ingin orang lain membantunya, ingin selalu minta tolong
d. Nurturrance, yaitu tipe kepribadian peserta didik yang ditandai dengan sikap pemurah yakni senang memberi kepada teman, senang meminjami, selalu membagi-bagi apa yang dimiliki kepada teman-temannya
e. Agression, yaitu tipe kepribadian peserta didik yang ditandai dengan sikap-sikap agresif, mudah tersinggung dan marah, jika diganggu akan menyerang balik dengan keras bahkan berlebihan
f. Dominance, yaitu tipe kepribadian peserta didik yang ditandai dengan ingin menguasai atau mengatur teman, ingin tampil menonjol, ingin menjadi ketua kelas atau pengurus kelas
g. Achievement, yaitu tipe kepribadian peserta didik yang ditandai dengan semangat kerja yang tinggi untuk berprestasi, ingin bisa melakukan sesuatu karya, tugas-tugas di sekolah dikerjakan sungguh-sungguh dan cenderung tidak mau dibantu.

Kecerdasan Ganda Peserta Didik
Pengungkapan kecerdasan ganda yang dimiliki anak sebagai peserta didik terjadi di awal tahun 1990-an. Menurut Howard Gardner, kecerdasan adalah kapasitas yang dimiliki seseorang untuk menyelesaikan masalah-masalah dan membuat cara penyelesaiannya dalam konteks yang beragam dan wajar. Menurutnya pula, kecerdasan jamak atau ganda meliputi unsur-unsur:
a. Kecerdasan Matematik
Adalah kemampuan akal peserta didik untuk menggunakan angka-angka secara efektif dan berfikir secara nalar. Mencakup  kepekaan terhadap pola-pola logis dan hubungannya, pernyataan-pernyataan, proposisi (jika-maka, sebab-akibat), fungsi-fungsi, dan abstrak-abstrak yang saling berkaitan. Peserta dengan kecerdasan matematik yang tinggi cenderung menyukai kegiatan menganalisis dan mempelajari sebab-akibat terjadinya sesuatu, berfikir secara konseptual, aktivitas berhitung dan memiliki kecepatan tinggi dalam menyelesaikan problem matematika. Apabila kurang memahami, mereka cenderung berusaha untuk bertanya dan mencari jawaban atas hal yang kurang dipahaminya tersebut.
b. Kecerdasan Lingual
Adalah kemampuan akal peserta didik untuk menggunakan kata-kata secara efektif, baik secara lisan maupun tulisan. Mencakup kemampuan untuk memanipulasi sintak atau struktur suatu bahasa, fonologi atau suara-suara bahasa, semantika dan pengertian dari bahasa serta dimensi dan kegunaan praktis dari suatu bahasa. Peserta dengan kecerdasan tinggi umumnya ditandai dengan kesenangannya pada membaca, menulis karangan, membuat puisi, menyusun kata mutiara, dsb. Peserta cenderung memiliki daya ingat yang kuat, lebih mudah belajar dengan cara mendengarkan dan verbalisasi, lebih cepat menguasai bahasa baru daripada peserta didik lain.
c. Kecerdasan Musikal
Adalah kemampuan yang dimiliki peserta didik untuk mempersepsikan, mendiskriminasikan, mengubah dan mengekspresikan bentuk-bentuk musik. Mencakup kepekaan terhadap ritme, tingkatan nada atau melodi, dan warna suara. Lebih peka terhadap suara-suara nonverbalyang berada di sekelilingnya, termasuk nada dan irama. Cenderung senang mendengar irama yang merdu dengan mendengar radio, menonton konser, dll. Mereka lebih mudah mengingat sesuatu dan mengekspresikan gagasannya apabila dikaitkan dengan musik.
d. Kecerdasan Visual-Spasial
Adalah kemampuan peserta didik untuk menangkap dunia ruang-visual secara akurat dan melakukan perubahan-perubahan terhadap persepsi tersebut. Mencakup kepekaan terhadap warna, garis, bentuk, wujud, ruang, dan hubungan diantaranya. Memiliki kemampuan menciptakan imajinasi bentuk dalam pikirannya seperti menciptakan bentuk tiga dimensi, contohnya pemahat dan arsitek bangunan. Unggul dalam kemampuan pemecahan masalah yang berhubungan dengan visual-spasial seperti permainan mencari jejak.
e. Kecerdasan Kinestetik
Adalah kemampuan dalam menggunakan seluruh tubuhnya untuk mengekspresikan ide dan perasaan atau menggunakan kedua tangan untuk mentrasformasikan sesuatu. Mencakup keahlian fisik khusus seperti koordinasi, keseimbangan, ketangkasan, kekuatan, kelenturan, dan kecepatan. Mereka unggul di bidang olahraga, seni, dan sulap.
f. Kecerdasan Interpersonal
Adalah kemampuan untuk mempersepsikan dan mengankap perbedaan mood, tujuan, motivasi, dan perasaan orang lain. Termasuk kepekaan terhadap ekspresi wjah, suara, sosok postur, dan membedakan berbagai tanda interpersonal. Sering disebut sebagai kecerdasan sosial (social intellegence) karena dapat dengan mudah bersosialisasi dengan orang lain.
g. Kecerdasan Intrapersonal
Adalah kemampuan menyadari diri dan mewujudkan keseimbangan mental-emosional dalam diri peserta didik untuk bisa beradaptasi sesuai dengan dasar pengetahuan yang telah dimiliki. 
h. Kecerdasan Natural
Adalah kemampuan untuk peka terhadap lingkungan alam.
Teori dari Gardner kemudian dikembangkan dan dilengkapi oleh Daniel Goleman. Ia menekankan pada aspek kecerdasan interpersonal. Menurutnya, faktor emosi sangatlah penting. Ada lima wilayah kecerdasan pribadi dalam bentuk kecerdasan emosional, yaitu kemampuan mengenali emosi diri, kemampuan mengelola emosi, kemampuan memotivasi diri, kemampuan mengenali emosi orang lain, dan kemampuan membina hubungan.

Peserta Didik Berbakat
Bakat adalah suatu kelebihan yang dimiliki peserta didik yang mengarah pada aneka kemampuan. Sedangkan minat adalah keinginan yang berasal dari dalam diri peserta didik terhadap obyek atau aktifitas tertentu. Kepemilikan bakat dan minat sangat berpengaruh pada prestasi hasil belajar peserta didik.Dalam satu kelas tentu tiap peserta didik memiliki minat dan bakat yang berbeda-beda.
Menurut Yaumil, ada tiga kelompok ciri keberbakatan, yaitu:
a. Kemampuan umum yang tergolong diatas rata-rata (above average ability)
b. Kretivitas (creativity) yang tergolong tinggi
c. Komitmen terhadap tugas (task commitment) yang tergolong tinggi
Sedangkan ciri peserta didik berbakat menurut Munandar adalah:
a. Indikator intelektual/belajar
Mencakup kemudahan dalam menangkap belajar, kemudahan mengingat kembali, memiliki perbendaharaan kata yang luas, penalaran yang tajam, daya konsentrasi yang baik, senang membaca, mampu mengungkapkan pikirannya, cepat memecahkan soal, dan sebagainya.
b. Indikator kreativitas
Mencakup memiliki rasa ingin tahu yang besar, memberi banyak gagasan terhadap suatu masalah, menghargai rasa keindahan, tidak mudah terpengaruh orang lain, dapat bekerja sendiri, senang mencoba hal baru, dan sebagainya.
c. Indikator motivasi
Mencakup tekun menghadapi tugas, ulet menghadapi kesulitan, selalu berusaha berprestasi sebaik mungkin, cepat bosan dengan tugas rutin, penuh semangat, menunjukkan minat terhadap masalah-masalah orang dewasa, dan sebagainya.

Orang Miskin Dilarang Sekolah


Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan yang sangat penting di masa sekarang. Semua orang mengejar pendidikan setinggi-tingginya untuk mensejahterakan kehidupannya di masa yang akan datang. Namun, sepertinya hal ini tidak berlaku bagi orang miskin di Indonesia. Seakan-akan mereka dilarang untuk mendapatkan haknya di bidang pendidikan.
Kemiskinan merupakan salah satu masalah sosial yang terjadi di Indonesia. Kemiskinan dapat diartikan sebagai suatu keadaan seseorang dimana dirinya tidak dapat memenuhi kebutuhannya. Baik itu kebutuhan pangan, sandang, papan, dan sebagainya. Termasuk juga dalam memenuhi kebutuhan pendidikan khususnya bagi para generasi muda. Pendidikan seperti menjadi barang mahal bagi orang miskin, seakan-akan hal itu menjadi sebuah larangan tersendiri di benak mereka. Para  orang tua sudah berusaha semaksimal mungkin mendukung anaknya agar bersekolah, namun biaya sekolah pun tidak bisa terpenuhi. Dalam tulisan ini ada tiga masalah yang akan diulas yaitu sebab orang miskin tidak sekolah, pengorbanan orang miskin untuk sekolah, dan usaha-usaha pemerintah untuk menunjang pendidikan bagi orang miskin.

Sebab-Sebab Orang Miskin tidak Sekolah
Penyebab orang-orang miskin tidak bersekolah bisa terjadi karena dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal terjadi karena keadaan ekonomi yang rendah. Apalagi bagi mereka yang ada di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan sekitarnya. Dampak dari urbanisasi dan tidak mempunyai keahlian bekerja menyebabkan kemiskinan menjadi marak dan tidak terkendali. Mereka yang melakukan urbanisasi kebanyakan berasal dari lulusan sekolah dasar saja, itupun ada yang tidak tamat atau lulus. Usaha mereka mencari uang dari hasil kerjanya hanya bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi untuk biaya sekolah, mereka sudah tidak mempunyai sisa uang. Seharusnya mereka bisa mengedepankan pendidikan anak-anaknya bagaimana pun caranya. Apabila anak mereka bersekolah setidaknya hingga SMA, mereka bisa memperbaiki keadaan ekonomi sehingga kehidupannya bisa lebih sejahtera. Lebih disayangkan lagi bila mereka yang tidak bersekolah tergolong anak yang cerdas.
Selain keadaan ekonomi yang rendah, penyebab yang lain timbul dari orang tua yang tidak peduli dengan pendidikan anak-anaknya. Karena kemiskinan dan tuntutan kebutuhan hidup yang serba mahal menyebabkan orang tua dari kalangan miskin menjadi egois. Mereka hanya mementingkan bagaimana caranya untuk bertahan hidup daripada memikirkan pendidikan anaknya. Orang tua miskin menganggap bahwa pendidikan dan sekolah adalah hal yang sia-sia, dan lebih baik anaknya langsung bekerja yang penting menghasilkan uang. Seperti yang dilakukan para orang tua yang anaknya disuruh mengamen di lampu merah. Anak yang seharusnya ada di sekolah pada jam-jam sekolah, nyatanya harus berkeliling diantara kendaraan-kendaraan bermotor untuk mencari uang. Lebih mirisnya lagi, orang tua anak itu hanya menunggu di pinggir jalan, sekaligus meminta setoran dari anak tersebut.
Karena orang tua tersebut mengajarkan pada anak untuk bekerja daripada belajar dan sekolah, anak itu pun menjadi ketagihan. Ketagihan disini maksudnya bahwa anak tersebut sudah terlalu bergantung dengan uang. Yang ada dalam pikiran mereka hanya bagaimana caranya untuk mendapatkan uang, karena dengan uang mereka bisa makan dan membeli apa yang mereka mau. Mereka lebih memilih untuk bekerja daripada sekolah karena sekolah itu tidak akan menghasilkan uang, justru akan menghabiskan uang yang mereka dapatkan.
Faktor eksternal datang dari biaya sekolah saat ini yang sangat mahal. Hanya untuk biaya pendaftaran saja sudah mencapai jutaan rupiah. Bagaimana dengan biaya per bulannya? Itupun belum dengan biaya untuk pembelian buku tulis dan buku panduan, LKS, seragam, alat tulis, dan lain-lain. Biaya semahal itu hanya bisa dijangkau oleh mereka yang berada dalam tingkat ekonomi menengah ke atas. Beasiswa yang diberikan oleh pihak sekolah pun seakan-akan tidak dapat menutupi kekurangan itu.

Pengorbanan Orang Miskin untuk Sekolah
Sebenarnya masih banyak orang-orang miskin yang peduli akan pentingnya pendidikan bagi anak-anak mereka. Sering kita melihat tayangan di televisi tentang mereka kaum kecil yang berpenghasilan pas-pasan namun bisa menyekolahkan anaknya hingga ke perguruan tinggi. Perjuangan mereka patut dicontoh oleh semua orang.
Alasan anak-anak kurang mampu harus sekolah bermula dari kekecewaan orang tua terhadap masa lalunya yang kurang atau bahkan tidak mengenyam pendidikan. Orang tua mempunyai anggapan bahwa anak mereka harus bisa hidup lebih nyaman dan enak daripada sekarang. Dan jalan untuk membuat hidup lebih nyaman adalah dengan menempuh pendidikan. Karena tidak dapat dipungkiri di zaman sekarang ini, untuk mendapatkan pekerjaan sangatlah susah. Untuk mendapatkan pekerjaan harus mempunyai ijazah minimal SMA. Itupun hanya menjadi cleaning service atau penjaga toko. Maka dari itu orang tua menaruh banyak harapan kepada anaknya.
Karena harapan yang begitu besar kepada anaknya, mereka rela berkorban apapun demi mencapai itu semua. Pengorbanan yang harus mereka tanggung diawali dengan hidup yang ala kadarnya. Penghasilan mereka yang begitu pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari harus benar-benar dipangkas untuk biaya pendidikan. Mereka rela untuk makan seadanya asalkan biaya sekolah bisa terpenuhi.
Pengorbanan yang mereka lakukan terkadang tidak mendapatkan balasan yang setimpal. Memang saat ini banyak sekolah yang lebih mengedepankan prestasi akademik siswa, tidak peduli dari kalangan mana mereka berasal. Namun masih saja ada sekolah yang mementingkan pendapatannya, sehingga anak-anak kurang mampu hanya bisa bersekolah di sekolah yang mempunyai label yang buruk dari masyarakat. Misalnya saja di sekolah yang notabene terkenal sering melakukan tawuran, atau sekolah yang terkenal karena banyak anak nalkalnya, tingkat kelulusan yang rendah, dan sebagainya. Hal ini sangat disayangkan, seandainya anak yang pintar harus bersekolah di lingkungan yang negatif seperti contoh diatas. Dampaknya, anak tidak mengembangkan kecerdasannya dengan belajar, malah justru ikut terjerumus ke dalam pergaulan yang tidak baik. Karena masa-masa sebagai pelajar terutama SMP dan SMA adalah masa dimana mereka berada dalam keadaan labil, sehingga mudah terpengaruh oleh hal-hal yang dianggap negatif.
Sebenarnya banyak anak-anak cerdas di Indonesia malah berasal dari kalangan yang kurang mampu. Hal ini dikarenakan kesadarannya dalam menuntut ilmu sangat besar. Ditambah lagi mereka adalah harapan kedua orang tuanya, karena orang tua pasti menginginkan anaknya sukses dan tidak ingin anaknya menjalani hidup seperti apa yang mereka jalani. Sebagai anak, tentunya mereka juga tidak ingin mengecewakan harapan orang tuanya. Mereka burusaha untuk memenuhi keinginan orang tuanya dengan cara belajar, dan hasilnya banyak anak dari kalangan kurang mampu bisa menjadi juara di olimpiade-olimpiade yang tingkatnya bisa mencapai internasional.

Upaya yang Dilakukan Pemerintah
Melihat kemiskinan di Indonesia makin merajalela, pemerintah telah mengadakan program-program yang dapat memotivasi dan meringankan beban kaum kecil agar pendidikan dapat dijalani semua anak Indonesia. Salah satunya adalah program WAJAR (Wajib Belajar) 9 tahun. Program ini mewajibkan seluruh anak di Indonesia untuk menjalani pendidikan dari SD hingga SMP. Pemerintah melaksanakan program ini agar anak Indonesia menjadi cerdas dan dapat mengejar ketertinggalan pendidikan Indonesia di mata dunia.
Selain itu, pemerintah juga meringankan biaya pendidikan para siswa dan membantu biaya operasional sekolah yang kurang mampu dengan program BOS (Bantuan Operasinal Sekolah). Hal ini dilakukan agar siswa yang kurang mampu dapat terus menjalankan kegiatan belajarnya tanpa ada hambatan dari biaya yang dikeluarkan. Selain itu, biaya BOS juga digunakan untuk memperbaiki sarana dan prasarana sekolah agar sekolah bisa menciptakan suasana belajar mengajar yang kondusif, dan para siswa juga nyaman dalam belajar di sekolah.
Selain BOS, pemerintah juga menyediakan sekolah gratis yang telah dijalankan hampir di semua wilayah Indonesia. Betapa perhatiannya pemerintah terhadap pendidikan sampai-sampai sekolah pun digratiskan. Sekolah gratis ini hanya diadakan di sekolah-sekolah yang berstatus negeri dan bukan sekolah yang telah berlabel RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) di tiap daerah. Itupun tidak di setiap sekolah negeri ditunjuk menjadi sekolah gratis. Apabila kebaikan pemerintah ini dapat digunakan secara maksimal, maka akan banyak generasi muda yang bisa bersekolah dan mensukseskan program WAJAR 9 Tahun.

Catatan Akhir
Sudah sepantasnya semua anak di Indonesia mengenyam pendidikan dari mulai tingkat SD (Sekolah Dasar) hingga SMA (Sekolah Menengah Atas) tanpa terkecuali. Harus ada peningkatan kesadaran bagi mereka tentang pentingnya pendidikan. Karena ilmu yang diperoleh dari sekolah dapat membantu mareka dalam menjalani kehidupannya. Dukungan dari banyak pihak terutama keluarga sangat penting agar anak mau mengenyam pendidikan. Manfaatkanlah bantuan-bantuan yang diberikan, baik dari pemerintah ataupun dari pihak yayasan sekolah untuk meringankan biaya. Masa anak-anak harus dikembangkan pola pikirnya, tidak hanya mengenalkan uang sebagai satu-satunya hal yang dapat memberikan kepuasan. Kita sebagai generasi yang peduli akan sesama hendaknya mau membantu, tidak hanya dalam bentuk uang namun juga dapat menularkan ilmu kita kepada mereka dengan jalan mengadakan sekolah terbuka. Dengan begitu kita juga memberikan sumbangsih yang besar bagi kemajuan pendidikan di Indonesia.


Rabu, 02 Januari 2013

Antropologi dan Ruang Lingkupnya

1.   Pengertian Antropologi


Antropologi adalah semua hal tentang manusia, dan merupakan tanggung jawab antropologi untuk menjelaskan semua cerita tentang manusia, dari segi yang baik maupun dari segi yang buruk. Antropologi tidak hanya terpaku pada sebagian kelompok orang tetapi mencakup semua manusia, bukan hanya dari satu aspek melainkan dari segala aspek.

Definisi menurut ahli antropologi: 
a.       KEESING ( 1981 )
Antropologi adalah kajian tentang manusia
b.      HAVILAND ( 1985 )
Antropologi adalah studi tentang manusia dan perilakunya dan melaluinya diperoleh pengertian lengkap tentang keanekaragaman manusia
c.       KAMUS ANTROPOLOGI ARIYONO SUYONO ( 1985 )
Antropologi diartikan sebagai suatu ilmu yang berusaha mencapai pengertian tentang makhluk manusia dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik, kepribadian, masyarakat dan kebudayaanya.
d.      KOENTJARANINGRAT ( 1990 )
Antropologi memperhatikan lima masalah mengenai makhluk manusia yaitu :
1. masalah perkembangan manusia sebagai makhluk biologis
2. masalah sejarah terjadinya aneka warna manusia dipandang dari sudut ciri-ciri tubuhnya
3.masalah sejarah asal, perkembangan serta penyebaran berbagai macam bahasa di seluruh dunia
4.masalah persebaran dan terjadinya aneka warna kebudayaan manusia di seluruh dunia
5.masalah dasar-dasar dan aneka warna kebudayaan manusia dalam kehidupan masyarakat-masyarakat dan suku-suku bangsa yang tersebar di seluruh bumi pada zaman sekarang ini

Secara etimologi, antropologi berasal dari dua kata, yaitu Antrop dan Logos. Antrop berarti manusia, sedangkan Logos berarti kajian, diskusi, atau ilmu. Ilmu pengetahuan antropologi mengkaji manusia dalam bermasyarakat, berperilaku dan berkebudayaan untuk membangun masyarakat itu sendiri. Objek dari antropologi adalah manusia di dalam suatu masyarakat suku bangsa, kebudyaan, dan perilakunya.
  
2.      Fase-Fase Perkembangan Antropologi

Fase pertama (sebelum 1800). Suku-suku bangsa penduduk pribumi Afrika, Asia dan Amerika mulai didatangi oleh orang Eropa Barat sejak akhir abad ke-15 dan permulaan abad ke-16, dan lambat laun dalam suatu proses yang berlangsung kira-kira 4 abad lamanya.
Fase kedua (Kira-Kira Pertengahan Abad ke-19). Integrasi yang sungguh-sungguh baru timbul pada pertengahan abad ke-19, waktu timbul karangan-karangan yang menyusun bahan etnografi tersebut berdasarkan cara berfikir evolusi masyarakat.
Fase ketiga (Permulaan Abad ke-20). Pada permulaan abad ke-20, sebagian besar dari negara-negara penjajah di Eropa masing-masing berhasil untuk mencapai kemantapan kekuasaannya di daerah-daerah jajahan di luar Eropa. Dalam fase ketiga ini ilmu antropologi menjadi suatu ilmu yang praktis, dan tujuannya dapat dirumuskan sebagai berikut ; mempelajari masyarakat dan kebudayaan suku-suku bangsa di luar Eropa guna kepentingan pemerintah colonial dan guna mendapat suatu pengertian tentang masyarakat masa kini yang kompleks.
Fase keempat (Sesudah Kira-Kira 1930). Dalam fase ini ilmu antropologi mengalami masa perkembangan yang paling luas, baik mengenai bertambahnya bahan pengetahuan yang jauh lebih teliti, maupun mengenai ketajaman dari metode-metode ilmiahnya. Kecuali itu kita lihat adanya dua perubahan di dunia :
·         Timbulnya antipati terhadap kolonialisme sesudah Perang Dunia II
·         Cepat hilangnya bangsa-bangsa primitiaf (dalam arti bangsa-bangsa asli dan terpencil dari pengaruh kebudayaan Eropa-Amerika) yang sekitar tahun 1930 mulai hilang, dan sesudah Perang Dunia II memang hamper tak ada lagi di muka bumi ini.
Tujuannya Ilmu Antropologi dalam fase perkembangannya yang keempat ini dapat dibagi dua, yaitu tujuan akademikal, dan tujuan praktisnya. Tujuan akademikalnya adalah : mencapai pengertian tentang makhluk manusiapada umumnya dengan mempelajari anekawarna bentuk fisiknya, masyarakat, serta kebudayaannya, dan tujuan praktisnya adalah : mempelajari manusia dalam anekawarna masyarakat suku-bangsa guna membangun masyarakat suku-bangsa itu

3.      Ilmu-Ilmu Bagian Antropologi
Lima masalah penelitian khusus, yaitu :
a.      masalah sejarah asal dan perkembangan manusia (atau evolusinya) secara biologi;
b.     masalah sejarah terjadinya anekawarna makhluk manusia, dipandang dari sudut ciri-ciri tubuhnya;
c.  masalah sejarah asal, perkembangan, dan penyebaran, anekawarna bahasa yang diucapkan manusia di seluruh dunia;
d.      masalah perkembangan, penyebaran, dan terjadinya anekawarna kebudayaan manusia di seluruh dunia;
e.     masalah mengenai azaz-azaz dari kebudayaan manusia dalam kehidupan masyarakat dari semua suku bangsa yang tersebar di seluruh muka bumi masa kini.
Ilmu Antropologi mengenal juga ilmu-ilmu bagian, yaitu :
a.       Antropologi fisik
adalah bagian antropologi yang mencoba mencapai suatu pengertian tentang sejarah terjadinya aneka warna makhluk manusia dipandang dari sudut ciri-ciri tubuhnya.
Kajian antropologi fisik adalah manusia sebagai makhluk fisik yang berbeda secara fenotipik (warna kulit, warna dan bentuk rambut, indeks tengkorak, bentuk muka, warna mata, bentuk hidung, tinggi badan dan bentuk tubuh ) maupun genotipik ( frequensi golongan darah )
dibagi menjadi 2:
·         Paleo-antropologi adalah ilmu bagian yang meneliti soal asal-usul atau soal terjadinya dan evolusi makhluk manusia.
·         Antropologi fisik/ somatologi adalah bagian dari ilmu antropologi yang mencoba mencapai suatu pengertian tentang sejarah terjadinya aneka warna makhluk manusia. 
b.      Antropologi budaya
Adalah bagian dari antropologi yang mempelajari segi-segi kebudayaan manusia atau merupakan cabang antropologi yang mengkhususkan mempelajari pola kehidupan masyarakat.
Dibagi menjadi 3:
·   Etnolinguistik atau antrpologi linguistik adalah suatu ilmu bagian yang pada asal mulanya bersangkutan dengan ilmu antrpologi yang mempelajari bahasa berbagai suku bangsa di seluruh dunia..
Macam-macam ilmu bahasa:
Ilmu bahasa perbandingan atau Ilmu Sejarah Bahasa
Ilmu Bahasa Struktural, yaitu ilmu bahasa yang mempelajari konstruksi bahasa.
Sosiolinguistik atau Etnolinguistik, yaitu ilmu bahasa yang mempelajari penggunaan bahasa dalam logat sehari-hari.
·       Prehistori mempelajari sejarah perkembangan dan penyebaran semua kebudayaan manusia di bumi dalam zaman sebelum manusia mengenal huruf.
·         Etnologi/ antropologi sosial adalah ilmu bagian yang mencoba mencapai pengertian mengenai azaz-azaz manusia, dengan mempelajari kebudayaan-kebudayaan dalam kehidupan masyarakat dari sebanyak mungkin suku-bangsa yang tersebar di seluruh muka bumi.

4.      Hubungan Antara Antropologi-Sosial dan Sosiologi
Tinjauan lebih khusus, akan tampak beberapa perbedaan juga, yaitu :
a.    Kedua ilmu itu masing-masing mempunyai asal-usul dan sejarah perkembangan yang berbeda.
b.   Asal mula sejarah yang berbeda menyebabkan adanya suatu perbedaan pengkhususan kepada                    pokok dan bahan penelitian dari kedua ilmi itu;
c.    Asal mula dan sejarah yang berbeda juga telah menyebabkan berkembangnya beberapa metode dan masalah yang khusus dari kedua ilmu masing-masing.
Kesimpulan ialah bahwa kalau akhir-akhir ini perbedaan antara antropologi dan sosiologi tidak dapat ditentukan lagi oleh perbedaan antara masyarakat suku-suku bangsa di luar lingkungan Ero-Amerika dengan masyarakat bangsa-bangsa Ero-Amerika, kemudian kalau perbedaan itu juga tidak dapat ditentukan oleh perbedaan antara masyarakat pedesaan dengan masyarakat perkotaan, maka perbedaan yang lebih nyata harus dicari dalam hal metode-metode ilmiah yang berlainan yang dipakai oleh kedua ilmu itu.

5.       Hubungan Antropologi dengan Ilmu-Ilmu Lain
Ilmu-ilmu lain itu yang terpenting diantaranya adalah:
·        Ilmu geologi
Terutama dibutuhkan oleh sub-ilmu paleo-antropologi dan prasejarah untuk menetapkan umur relatif dari fosil-fosil makhluk primat serta fosil-fosil manusia zaman dahulu
·        Ilmu anatomi
Seorang ahli antropologi fisik sangat memerlukan bantuan ilmu anatomi karena ciri-ciri dari berbagai bagian kerangka manusia, bagian tengkorak, serta ciri-ciri dari bagian tubuh manusia pada umumnya menjadi obyek penelitian yang terpenting. Hal ini digunakan untuk memahami asal mula serta penyebaran manusia dan hubungan antara berbagai ras di dunia.
·        Ilmu kesehatan
Seorang dokter yang akan bekerja di suatu daerah harus memahami adat istiadat setempat mengenai konsepsi dan sikap masyarakat desa tentang kesehatan, sakit, obat-obatan, dll. 
·        Ilmu psikiatri
Merupakan suatu pengluasan dari hubungan antara antropologi dan psikologi yang kemudian mendapat fungsi yang praktis.
·        Ilmu linguistik
Mempelajari tentang bahasa-bahasa yang digunakan di seluruh dunia dari abad ke-18. Dan juga digunakan untuk menganalisa naskah-naskah klasik dalam bahasa-bahasa Indo-German.
·        Ilmu arkeologi
Digunakan oleh sub-ilmu antropologi yang dinamakan prehistori dengan menggunakan sisa-sisa dari benda-benda kebudayaan manusia yang ditemukan dalam lapisan-lapisan bumi 
·        Ilmu sejarah
Para ahli antropologi memerlukan sejarah dari suku-suku bangsa penduduk daerah untuk diteliti.  
·        Ilmu goegrafi
Geografi memerlukan antropologi untuk mencapai pengertian tentang manusia yang beragam. Begitu juga antropologi membutuhkan sekedar pengetahuan geografi karena banyak masalah mengenai kebudayaan manusia berkaitan dengan keadaan lingkungan alamnya. 
·        Ilmu ekonomi
Dalam banyak negara dimana penduduk desanya lebih besar daripada penduduk kotanya, kekuatan, proses, dan hukum-hukum ekonomi yang berlaku dalam kegiatan kehidupan ekonominya sangat dipengaruhi sistem kemasyarakatan, cara berpikir, pandangan, serta sikap hidup warga masyarakat pedesaan tadi. 
·        Ilmu hukum adat
Beberapa orang ahli ilmu hukum adat secara nyata telah menggunakan metode-metode antropologi guna menyelami latar belakang kehidupan hukum adat di berbagai daerah di Indonesia. Antropologi dianggap penting karena hukum adat timbul dan hidup langsung dari masalah-masalah perdata yang berasal dari aktifitas masyarakat. 
·        Ilmu administrasi
Bahan keterangan mengenai masalah-masalah yang berhubungan dengan agraria yang juga merupakan suatu kompleks masalah yang sangat penting dalam ilmu administrasi, antara lain dapat diperoleh dengan penelitian yang menggunakan metode-metode antropologi. 
·        Ilmu politik
     Seorang ahli antropologi secara langsung akan berhadapan dengan kekuatan-kekuatan dan proses-proses politik lokal, maupun dengan aktifitas-aktifitas dan cabang-cabang politik nasional.

Selasa, 20 November 2012

FERDINAND TONNIES




Masyarakat adalah usaha manusia untuk mengadakan dan memelihara relasi – relasi timbal balik yang mantap. Kemauan manusia yang mendasari masyarakat. Berkenaan dengan kemauan itu, Tonnies membedakan antara Zweckwille dan Triebwille.
  • Zweckwille, yaitu kemauan rasional yang hendak mencapai suatu tujuan. apabila orang hendak mencapai suatu tujuan tertentu dan mengambil tujuan rasional kearah itu. Biasanya di bidang ekonomi orang yang hendak mencari keuntungan atau jasa – jasa pelayanan di dorong oleh “Zweckwille”. Rangka tujuan itu mereka mendirikan kongsi- kongsi atau mengadakan relasi – relasi dagang, dimana bukan relasi sendiri menjadi pertimbangan melainkan tujuan yang mau dicapai melalui relasi itu. Dalam pencapaian tersebut, yang menuntun mereka adalah suatu pertimbangan rasional seperti materi, keuntungan, dan sebagainya. Zweckwille ini terlihat menonjol pada kalangan pedagang, ilmuwan, dan pejabat-pejabat yang kesemuanya mementingkan sikap yang rasional.
  • Triebwille, yaitu dorongan batin berupa perasaan. meliputi sejumlah langkah atau tindakan yang tidak hanya berasal dari akal budi, melainkan dari sifat, perasaan, hati dan jiwa seseorang yang bersangkutan Triebwille bersumber pada selera perasaan, kecenderungan psikis, kebutuhan biotis, keyakinan, maupun perasaan seseorang. tradisi atau keyakinan orang. Sehingga konsep ini menggambarkan dalam mengambil keputusan mengenai tujuan tertentu, seseorang dipengaruhi oleh perasaannya. Zweckwille ini terlihat pada kalangan petani, rakyat sederhana, seniman dan orang-orang yang lebih menggunakan perasaan dalam pekerjaannya.
Distringsi tersebut ini langsung berpengaruh atas corak dan cirri interaksi orang dalam kelompok atau masyarakat, sehingga kita dapat membedakan antara dua tipe masyarakat. Dengan konsep inilah corak dan ciri masyarakat terbagi, yakni menjadi gemeinschaft dan gesselschaft.

Gemeinschaft dan Gesselchaft
Gemeinschaft (paguyuban) merupakan bnetuk bersama dimana anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah serta brsifat kekal. Masyarakat paguyuban atau gemeinschaft merupakan bentuk kehidupan bersama yang saling mempengaruhi dan mendukung satu sama lain layaknya suatu organisme.
- kebersamaan dan kerjasama dihayati untuk mencapai suatu tujuan dalam dirinya dan orang merasa dekat satu sama lain(suasana lebih penting dari tuuan)
- anggota disatukan dan disemangati dalam perilaku sosial mereka oleh ikatan persaudaraan, simpati dan perasaan lainnya.
3 jenis gemeinschaft:
1. gemeinschaft by blood, mendasarkan diri pada ikatan darah/ keturunan
2. gemeinschaft of placo( locality), mendasarkan diri pada tempat tinggal yang saling berdekatan
3. gemeinschaft of mind, mendasarkan diri pada ideologi/ pikiran yang sama
Gemeinschaft pada dasarnya terus bersatu sekalipun ada faktor-faktor yang memisahkan. Gemeinschaft membentuk kesatuan hidup dimana unsur-unsur kesatuan dan olektivitas(perasaan dan solidaritas) lebih menonjol.
Gesselschaft (patembayan) merupakan kehidupan bersama yang merupakan ikatan lahir yang bersifat pokok dan untuk jangka waktu pendek. Dalam Gesselschaft tiap-tiap orang mewakili diri sendiri saja. Gesselschaft pada dasarnya tetap terpisah sekalipun ada faktor-faktor yang mempersatukan. Hubungan antar individu superficial(lemah), seringkali tidak saling mengenal dan berkurangnya berkurangnya peran dan bagian dalam tataran niali, latar belakang, norma-norma dan sikap.
Evolusi tanpa kemajuan
Pada masyarakat modern gemeinschaft akan lenyap.  Gemeinschaft (komunitas) ditandai oleh ikatan sosial bersifat pribadi, akrab, dan tatap muka (primer). Ciri-ciri ikatan sosial ini seperti yang dikemukakan sebelumnya ialah berubah menjadi impersonal, termediasi, dan sekunder dalam masyarakat modern (Gesellschaft). Evolusi terjadi secara berlawanan dengan kebutuhan manusia, lebih menuju kearah memperburuk ketimbang meningkatkan kondisi kehidupan manusia. Baginya faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan masyarakat seperti prinsip evolusi yang ia miliki adalah adanya kecenderungan berpikir secara rasional, perubahan orientasi hidup,proses pandanagan terhadap suatu aturan dan soistem organisasi. Kedua tipe masyarakat tersebut berbentuk campuran(saling berkaitan dan tidak dapat di pisahkan dalam hidup karena tidak mungkin ada gemeinschaft tanpa ciri-ciri Gesselschaft dan sebaliknya.
sesungguhnya, gemeinschaft dan gesselschaft seperti satu garis lurus dimana masyarakat berada di tengah-tengahnya. karena tidak ada masyarakat yang benar-benar menjadi gemeinschaft atau benar-benar menjadi gesselschaft. misalnya saja di kota yang cenderung bercirikan gesselschaft, pasti disana masih ada rasa kekeluargaan, trah, dan sebagainya. begitu juga masyarakat desa yang cenderung dikategorikan sebagai gemeinschaft, pasti di dalamnya mempunyai aturan dan norma yang kuat.